cerita ini berawal dari sebuah
pameran di sebuah kota yang sekarang menjadi tempat hijrahku setelah lulus dari
bangku smp..... , "love at first sight" mungkin kata itu adalah kata
yang tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi kepadaku waktu itu, awalnya hanya
menyapa karena kebetulan dia salah satu teman organisasi ku ( tanpa menyebutkan
namanya lho coz belum tau hehehe ) " kamu besok ikut jadi panitia bayangan
buat acara besok gak ?" kataku dia pun menjawab "iya" ( dia jadi
panitia cadangan karena temen-temen lain yang jadi panitia inti tidak
diperbolehkan mengikuti acara itu oleh sekolah karena ada acara lain yang
menurut sekolah lebih penting termasuk aku ,padahal di acara itu aku dapet
amanat jadi ketua hmm..... ) akupun memberinya semangat " goodluck ya...
sebenernya q penegn ikut tapi gk dibolehin sama sekolah" dan diapun
kembali menimpali "owalah kok bisa ya padahal ini acara besar " aku
kembali menjawab "hmm aku juga gak tau " percakapan singkat itupun
berakhir karena kami kembali terbawa suasana pameran tersebut yang sedang
menggelar puncak acaranya.
awal pertemuan yang cukup sebentar
namun mampu membuat bekas yang sulit untuk terhapuskan walaupun setelah
pertemuan itu tidak ada komunikasi sama sekali antara aku dan dia kurang lebih
selama 2 bulan namun moment itu tetap singgah dan semakin lama semakin tumbuh
berkembang layaknya bunga yang terus- menerus disiram dengan rutin. selama 2
bulan tanpa komunikasi itu sering sekali aku mendapat berita-berita yang
membuat ku tambah penasaran dengan dia entah itu dari cerita temen ku ketika
kita share tentang kelas kita masing-masing ataupun dari sumber yang lainnya
yang membuat ku semakin yakin untuk berusaha dekat denganya
di mulai ketika aku kembali ke Jogja
setelah melepas penat dengan berlibur di kampung halaman tercinta aku mulai
membaranikan diri untuk merealisasikan keinginan ku. Ya dekat denganya , hal
itu dimulai ketika aku meminta nomernya ke salah satu teman kelasnya dan
untungnya temen sekelasnya itu tidak menanyaiku sesuatu yang macem-macem ketika
aku minta nomernya, padahal mungkin saja kalau temanya itu nanya kenapa aku minta
nomernya aku pasti sulit buat ngeles n paling Cuma bisa jawab “ya buat koleksi
aja hehehehe” secara aku orangnya sangat nyeleneh diantara temen-temen ku jadi
mungkin dengan ku jawab gitu temenya bisa menganggap lumrah hehehehe
setelah
ku punya nomernya aku mulai mencoba mengirim pesan berupa kata-kata mutiara yang
cukup panjang dengan harapan ada kesan baik dari ku saat pertama kali memulai
mendekatinya, mungkin karena nomerku baru di hpnya diapun aku rasa cukup enggan
membalasnya jadi aku pikir percobaan pertam itu akan gagal. Namun ternyata
salah setelah menungguberjam-jam dengan diliputi rasa kecewa akhirnya ada 1
pesan masuk ke hp ku yang ternyata darinya walaupun pesanya hanya menayakan
nama tapi menurutku itu titik awal dari misi ku kedepanya
harapanku
pun berjalan baik seiring berjalanya waktu. Tak jarang dia meminta bantuan ku
begitupun aku yang sudah tak sungkan meminta bantuanya bahkan tak jarang aku
sering meminta saran kepadanya atas masalah yang sedang aku hadapin karena aku
rasa dia sudah lebih dewasa dari aku untuk memahami masalah-masalah yang sedang
aku alami, dan kekagumanku bertambah kuat ketika mendengar jawabanya yang
sangat subyektif dan tidak memihak kepada siapapun, padahal dia sendiri tidak
begitu tau masalah apa sebenarnya yang sedang aku alami ( dewasa banget yah dia
hehehe )
“simbiosis
mutualisme” kata alamiah itu mungkin cukp tepat untuk menggambarkan kedekatanku
denganya karena kami saling menguntungkan satu sama lain, dengan keterbatasan
ku di bidang bahsa jawa ( secara bukan asli suku jawa ) aku minta dia untuk mengajari
aku bahasa jawa dan sebagai gantinya dia memintaku untuk mengajarinya ekonomi
salah satu pelajaran yang mungkin cukup iya benci ( padahal pelajaran itu
pelajaran yang paling ku suka ) bahkan pernah suatu saat
ketika dia memintaku mengajarinya ekonomi aku memberanikan diri untuk
menelponya langsung dengan alasan ekonomi itu susah kalao gak di terangin
langsung ( padahal emang akunya aja yang pengan ngobrol sama dia hehehe )
Senang
sekali aku bisa berteman dengannya karena entah kebetulan atau tidak dia selalu
ada saat ku membutuhkan pencerahan,suport, dan juga teman untukberbagi cerita
bahkan untuk menumpahkan segala keluh kesah ku contohnya saja ketika aku mendapat
musibah yang cukup berat dia sangat enak untuk menjadi tempat ku berkeluh kesah
dan mampu membuat ku tegar menghadapi musibah itu
Sebenarnya aku cukup minder deket denganya
karena menurut ku dia terlalu baik buat ku sementara aku …. Bahkan mungkin aku
bisa dicap orang paling di benci dikelas karena semua tingkah laku nyeleneh ku
yang mungkin kelewat batas ataupun karena sifat emosional ku yang selalu
meledak-ledak tak bisa dikontrol ketika ada yang menyulut emosi ku . sehingga
aku selalu hanya bisa tersenyum kalau kebetulan berpapasan denganya . bukan
hanya karena minder namun lebih teptnya karena aku grogi bila bertatap muka
denganya aku takut aku membuat kesalahan yang menyebabkan dia menjauhi ku
seperti beberapa temen ku yang melakukan hal itu terhadapku. Selain itu belum
lagin di tambah sikap temen-temenya yang menurutku terlalu berlebihan setiap
kali aku berpapasan denganya
Namun sepertinya
aku harus bersikap realistis karena tka mungkin aku mampu untuk mendapatkan
orang se-istimewa dia karena pastinya banyak pula yang ingin mendapatkan orang
berhati mulia seperti dia, bagai pungguk merindukan bulan aku tetap berusaha agar
setidaknya aku tetap bisa berteman dekat denganya syukur kalau aku bisa
mendapatkan hatinya walaupun sepertinya itu cukup sulit dan bahkan mendekati
kemustahilan.
Aku bingung memikirkan bagaimana caranya agar
ku bisa lebih dekat dengannya setidaknya aku ingin bisa menyapanya setiap kita
berpapasan atau kalau bisa aku ingin ngobrol dengannya face to face. Tapi ,
bagaimana caranya agar tidak terlihat terlalu berlebihan di depanya, belum lagi
aku belum tau cara mengatasi rasa grogi yang membuatku tak mampu berkata-kata
setiap kali kita bertemu
Sebenarnya
aku ingin tau selama ini dia menganggapku sebagai apa ? teman ? sahabat ? atau
bahkan saudara ? . semapat ku mencoba untuk menayakan kepadanya tentang hal itu
namun sampai sekarang dia tidak pernah mau untuk menjawabnya












Tidak ada komentar:
Posting Komentar