Sabtu, 16 Juni 2012

hanya ingin dekat dengan mu ...

cerita ini berawal dari sebuah pameran di sebuah kota yang sekarang menjadi tempat hijrahku setelah lulus dari bangku smp..... , "love at first sight" mungkin kata itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi kepadaku waktu itu, awalnya hanya menyapa karena kebetulan dia salah satu teman organisasi ku ( tanpa menyebutkan namanya lho coz belum tau hehehe ) " kamu besok ikut jadi panitia bayangan buat acara besok gak ?" kataku dia pun menjawab "iya" ( dia jadi panitia cadangan karena temen-temen lain yang jadi panitia inti tidak diperbolehkan mengikuti acara itu oleh sekolah karena ada acara lain yang menurut sekolah lebih penting termasuk aku ,padahal di acara itu aku dapet amanat jadi ketua hmm..... ) akupun memberinya semangat " goodluck ya... sebenernya q penegn ikut tapi gk dibolehin sama sekolah" dan diapun kembali menimpali "owalah kok bisa ya padahal ini acara besar " aku kembali menjawab "hmm aku juga gak tau " percakapan singkat itupun berakhir karena kami kembali terbawa suasana pameran tersebut yang sedang menggelar puncak acaranya. 

awal pertemuan yang cukup sebentar namun mampu membuat bekas yang sulit untuk terhapuskan walaupun setelah pertemuan itu tidak ada komunikasi sama sekali antara aku dan dia kurang lebih selama 2 bulan namun moment itu tetap singgah dan semakin lama semakin tumbuh berkembang layaknya bunga yang terus- menerus disiram dengan rutin. selama 2 bulan tanpa komunikasi itu sering sekali aku mendapat berita-berita yang membuat ku tambah penasaran dengan dia entah itu dari cerita temen ku ketika kita share tentang kelas kita masing-masing ataupun dari sumber yang lainnya yang membuat ku semakin yakin untuk berusaha dekat denganya
di mulai ketika aku kembali ke Jogja setelah melepas penat dengan berlibur di kampung halaman tercinta aku mulai membaranikan diri untuk merealisasikan keinginan ku. Ya dekat denganya , hal itu dimulai ketika aku meminta nomernya ke salah satu teman kelasnya dan untungnya temen sekelasnya itu tidak menanyaiku sesuatu yang macem-macem ketika aku minta nomernya, padahal mungkin saja kalau temanya itu nanya kenapa aku minta nomernya aku pasti sulit buat ngeles n paling Cuma bisa jawab “ya buat koleksi aja hehehehe” secara aku orangnya sangat nyeleneh diantara temen-temen ku jadi mungkin dengan ku jawab gitu temenya bisa menganggap lumrah hehehehe
            setelah ku punya nomernya aku mulai mencoba mengirim pesan berupa kata-kata mutiara yang cukup panjang dengan harapan ada kesan baik dari ku saat pertama kali memulai mendekatinya, mungkin karena nomerku baru di hpnya diapun aku rasa cukup enggan membalasnya jadi aku pikir percobaan pertam itu akan gagal. Namun ternyata salah setelah menungguberjam-jam dengan diliputi rasa kecewa akhirnya ada 1 pesan masuk ke hp ku yang ternyata darinya walaupun pesanya hanya menayakan nama tapi menurutku itu titik awal dari misi ku kedepanya
            harapanku pun berjalan baik seiring berjalanya waktu. Tak jarang dia meminta bantuan ku begitupun aku yang sudah tak sungkan meminta bantuanya bahkan tak jarang aku sering meminta saran kepadanya atas masalah yang sedang aku hadapin karena aku rasa dia sudah lebih dewasa dari aku untuk memahami masalah-masalah yang sedang aku alami, dan kekagumanku bertambah kuat ketika mendengar jawabanya yang sangat subyektif dan tidak memihak kepada siapapun, padahal dia sendiri tidak begitu tau masalah apa sebenarnya yang sedang aku alami ( dewasa banget yah dia hehehe )
            “simbiosis mutualisme” kata alamiah itu mungkin cukp tepat untuk menggambarkan kedekatanku denganya karena kami saling menguntungkan satu sama lain, dengan keterbatasan ku di bidang bahsa jawa ( secara bukan asli suku jawa ) aku minta dia untuk mengajari aku bahasa jawa dan sebagai gantinya dia memintaku untuk mengajarinya ekonomi salah satu pelajaran yang mungkin cukup iya benci ( padahal pelajaran itu pelajaran yang paling ku suka  ) bahkan pernah suatu saat ketika dia memintaku mengajarinya ekonomi aku memberanikan diri untuk menelponya langsung dengan alasan ekonomi itu susah kalao gak di terangin langsung ( padahal emang akunya aja yang pengan ngobrol sama dia hehehe  )
            Senang sekali aku bisa berteman dengannya karena entah kebetulan atau tidak dia selalu ada saat ku membutuhkan pencerahan,suport, dan juga teman untukberbagi cerita bahkan untuk menumpahkan segala keluh kesah ku contohnya saja ketika aku mendapat musibah yang cukup berat dia sangat enak untuk menjadi tempat ku berkeluh kesah dan mampu membuat ku tegar menghadapi musibah itu
 Sebenarnya aku cukup minder deket denganya karena menurut ku dia terlalu baik buat ku sementara aku …. Bahkan mungkin aku bisa dicap orang paling di benci dikelas karena semua tingkah laku nyeleneh ku yang mungkin kelewat batas ataupun karena sifat emosional ku yang selalu meledak-ledak tak bisa dikontrol ketika ada yang menyulut emosi ku . sehingga aku selalu hanya bisa tersenyum kalau kebetulan berpapasan denganya . bukan hanya karena minder namun lebih teptnya karena aku grogi bila bertatap muka denganya aku takut aku membuat kesalahan yang menyebabkan dia menjauhi ku seperti beberapa temen ku yang melakukan hal itu terhadapku. Selain itu belum lagin di tambah sikap temen-temenya yang menurutku terlalu berlebihan setiap kali aku berpapasan denganya
              Namun sepertinya aku harus bersikap realistis karena tka mungkin aku mampu untuk mendapatkan orang se-istimewa dia karena pastinya banyak pula yang ingin mendapatkan orang berhati mulia seperti dia, bagai pungguk merindukan bulan aku tetap berusaha agar setidaknya aku tetap bisa berteman dekat denganya syukur kalau aku bisa mendapatkan hatinya walaupun sepertinya itu cukup sulit dan bahkan mendekati kemustahilan.
             Aku bingung memikirkan bagaimana caranya agar ku bisa lebih dekat dengannya setidaknya aku ingin bisa menyapanya setiap kita berpapasan atau kalau bisa aku ingin ngobrol dengannya face to face. Tapi , bagaimana caranya agar tidak terlihat terlalu berlebihan di depanya, belum lagi aku belum tau cara mengatasi rasa grogi yang membuatku tak mampu berkata-kata setiap kali kita bertemu
            Sebenarnya aku ingin tau selama ini dia menganggapku sebagai apa ? teman ? sahabat ? atau bahkan saudara ? . semapat ku mencoba untuk menayakan kepadanya tentang hal itu namun sampai sekarang dia tidak pernah mau untuk menjawabnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar