lebaran tahun ini memang cukup membuat masyarakat pusing cz setelah lama di rencanakan akan jatuh pada hari selasa akhir'a pemerintah mengundurkan jatuh'a hari lebaran satu hari lebih lama dari yang telah di tuliskan di kalender dengan alasan hilal yang telah muncul tidak terlihat oleh para pe rukyat yang telah di sebar di 80 titik di indonesia, namun masih saja ada yang melaksanakan sholat idul fitri di hari selasa seperti ormas Muhamadiyah yang bersikeras tetap mengadakan sholat idul fitri di hari selasa bahkan mereka sampai berpamitan kepada mentri agama, sekarang yang jadi pertanyaan manakah yang benar antara pemerintah dan ormas muhamadiyah ?
apabila saya boleh berpendapat dalam masalah ini tidak ada yang salah karena ke 2 belah pihak menentukan jatuh'a tanggal 1 syawal dengan prinsip,metode, dan dalil yang berbeda sehingga dari perbedaan itu terjadi perbedaan pula dalam hal menentukan jatuh'a tanggal 1 syawal tada tahun ini
Untuk ormas Muhammadiyah yang menjatuhkan tanggal 1 syawal pada hari selasa berpandapat bahwa tanggal 1 syawal dapat di tentukan dengan metode hisab saja sebagaiman mereka mengambil dalil yang artinya " suatu saat nabi muhammad akan di tanya tentang apa kegunaan hilal ? maka nabi muhammad menjawab hilal bisa digunakan untuk menentukan waktu".Dengan mengacu pada dalil itersebut ormas Muhammadiyah meyakini hilal telah tampak pada tanggal 29 agustus karena mengacu juga pada hitungan ilmu falak walaupun kenyataannya hilal sangat sulit di lihat karena kurang dari 2 derajat diatas ufuk











